Rabu, 11 Oktober 2017



MAKALAH STRATEGI BELAJAR MENGAJAR SD
METODE DISKUSI





DISUSUN OLEH:
Diana Astri Handayani (1607061277)
KELAS: D7
NAMA DOSEN: Dwi Cahyadi Wibowo, M.Pd



SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSADA KHATULISTIWA SINTANG
2017/2018





KATA PENGANTAR
Kami panjatkan puji syukur atas kehadirat Tuhan yang maha esa yang telah melimpahkan rahmatNya kepada saya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Metode Diskusi” pada mata kuliah “Strategi Belajar Mengajar SD”. Maka dari itu kami selaku penulis dan penyusun makalah ini sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang kami banggakan yang bersifat membangun sehingga dapat membantu kami untuk dapat lebih menyempurnakan lagi makalah yang kami buat ini. Kami sangat berharap apa yang kami sajikan dalam makalah ini dapat memberikan manfaat-manfaat yang dapat berguna bagi pembaca pada umumnya.













BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang           
        Pelaksanaan pembelajaran di kelas sering dirasakan membosankan bagi siswa karena guru hanya memberikan pelajaran dengan menggunakan satu cara dan tidak heran apabila sering didapati siswa sedang mengantuk dan kadang berbicara sendiri dengan teman yang lain sedangkan guru sedang menerangkan, untuk itu diperlukan strategi pembelajaran agar proses kegiatan belajar mengajar dapat berhasil. Kompetensi Supervisi Akademik merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh para guru satuan pendidikan. Kompetensi ini berkenaan dengan kemampuan guru dalam rangka pembinaan dan pengembangan kemampuan guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan bimbingan di sekolah. Strategi merupakan usaha untuk memperoleh kesuksesan dan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Dalam dunia pendidikan strategi dapat diartikan sebagai a plan, method, or series of activities designed to achieves a particular educational goal (David, 1978). Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan atau rangkaian kegiatan termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu.
Pada mulanya istilah strategi banyak digunakan dalam dunia militer yang diartikan sebagai cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan, namun sekarang istilah strategi sudah banyak digunakan dalam berbagai bidang kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan, misalnya seorang pimpinan perusahaan yang menginginkan keuntungan dan kesuksesan yang besar akan menerapkan suatu strategi dalam mencapai tujuannya tersebut, seorang pelatih sepak bola juga akan menentukan strategi yang dianggap tepat untuk dapat memenangkan suatu pertandingan. Begitu juga dengan guru yang mengharapkan hasil yang terbaik dalam proses pembelajaran dengan menerapkan strategi agar hasil belajar siswanya bagus. Strategi pembelajaran dapat juga diartikan sebagai usaha guru dalam menggunakan beberapa variabel  pengajaran seperti: tujuan, bahan, metode, alat, dan evaluasi agar dapat mempengaruhi siswa untuk mencapai tujuan yakni pembelajaran yang efektif dan efisien. Terdapat berbagai macam strategi pembelajaran yang dapat digunakan, salah satunya adalah dengan metode diskusi. Berangkat dari sinilah penulis akan membahas makalah dengan judul Penerapan Metode Diskusi Dalam Mata Pelajaran Sejarah di Sekolah.

1.2  Rumusan Masalah
1.     Bagaimana pengertian tentang metode diskusi?
2.     Bagaimana kelemahan-kelemahan metode diskusi ketika digunakan dalam pembelajaran di kelas?
3.     Bagaimana kekuatan dari metode diskusi secara umum?
4.     Bagaimana kelemahan dan kekuatan metode diskusi dalam mata pelajaran sejarah?

  
1.3  Tujuan Masalah
1.     Mengetahui pengertian tentang metode diskusi.
2.     Mengetahui kelemahan-kelemahan metode diskusi ketika digunakan dalam pembelajaran di kelas.
3.     Mengetahui kekuatan dari metode diskusi secara umum.
4.     Mengetahui kelemahan dan kekuatan metode diskusi dalam mata pelajaran sejarah.



         






    


BAB II
PEMBAHASAN

      A.    PENGERTIAN METODE DISKUSI
Diskusi adalah pertemuan yang dilakukan dua orang atau lebih yang didalam pertemuan itu membahas sebuah masalah yang kemudian diputuskan bersama. Menurut Syaiful Sagala (2009 : 208) menyatakan Bahwa: Diskusi ialah percakapan ilmiah yang responsif berisikan pertukaran pendapat yang dijalin dengan pertanyaan-pertanyaan problematis pemunculan ide-ide dan pengujian ide-ide ataupun pendapat dilakukan oleh beberapa orang yang tergabung dalam kelompok itu yang diarahkan untuk memperoleh pemecahan masalahnya dan untuk mencari kebenarannya.                                                                                      
Sejalan dengan pendapat diatas Wina Sanjaya (2009 : 154) berpendapat bahwa: Metode diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan masalah suatu permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat keputusan.                                            Selama ini banyak guru yang merasa keberatan untuk menggunakan metode diskusi dalam proses pembelajaran. Keberatan itu biasanya timbul dari asumsi : pertama, diskusi merupakan metode yang sulit diprediksi hasilnya oleh karena interaksi antara siswa muncul secara spontan, sehingga hasil dan arah diskusi sulit ditentukan; kedua, diskusi biasanya memerlukan waktu yang cukup panjang, padahal waktu pembelajaran didalam kelas sangat terbatas, sehingga keterbatasan itu tidak mungkin dapat menghasilkan sesuatu secara tuntas. Sebenarnya  hal ini tidak perlu dirisaukan oleh guru. Sebab, dengan perencanaan dan persiapan yang matang kejadian semacam itu bisa dihindari.                                 
Dilihat dari pengorganisasian materi pembelajaran, ada perbedaan yang sangat prinsip dibandingkan dengan metode sebelumnya, yaitu ceramah atau demonstrasi. Kalau metode ceramah atau demonstrasi materi pelajaran sudah diorganisir dengan baik hingga guru tinggal menyampaikannya, maka tidak demikian halnya dengan metode diskusi. Pada metode ini bahan atau materi pembelajaran tidak diorganisir dengan sebelumnya serta tidak disajikan secara langsung kepada siswa, materi pembelajaran ditentukan dan diorganisir oleh siswa sendiri, oleh karena tujuan utama metode ini bukan hanya sekedar hasil belajar, tetapi yang lebih penting adalah proses belajar.


·         Jenis-Jenis Diskusi
Untuk mendapatkan melaksanakan diskusi di kelas, seorang guru harus mengetahui terlebih dahulu tentang jenis-jenis diskusi, sehingga dalam pelaksanaannya nanti dapat menyesuaikan jenis diskusi apa yang akan digunakan (M. Firdaus Zarkasi, 2009 : 78-81).
 
1)
     Diskusi Formal
Diskusi ini terdapat pada lembaga-lembaga pemerintahan atau semi pemerintahan, dimana dalam diskusi itu perlu adanya ketua dan penulis serta pembicara yang diatur secara formal, contohnya: sidang DPR. Sedangkan aturan yang dipakai dalam diskusi ini biasanya ketat dan rapi. Jumlah peserta siswa yang menjadi peserta pun umumnya lebih banyak bahkan dapat melibatkan seluruh siswa didalam kelas.

2)
     Diskusi Informal
Aturan dalam diskusi ini lebih longgar dari pada yang dipakai dalam diskusi-diskusi lainnya, karena sifatnya yang tidak resmi. Penerapannya biasanya dalam diskusi keluarga, dan dalam belajar mengajar dilaksanakan dalam kelompok-kelompok belajar dimana satu sama lain bersifat “face to face relationship”.

3)
    Diskusi Panel
Dalam diskusi ini ada dua kategori peserta, yaitu: peserta aktif dan non aktif. Peserta aktif langsung melibatkan diri dalam diskusi, sedangkan peserta non aktif ini terdiri dari beberapa kelompok yang memiliki wakil-wakil yang ditugasi berbicara atas nama kelompoknya.

4)
     Diskusi Dalam Bentuk Symposium      
Diskusi ini hampir sama dengan diskusi formal lainnya, hanya saja diskusi symposium disampaikan oleh seorang pemasaran atau lebih (umumnya lebih). Pemasaran secara bergiliran menyampaikan uraian pandangan nya mengenai topik yang sama tersebut. Dan diskusi symposium  ini biasanya tidak mencari kebenaran tertentu.
     

5)     Lecture Discussion
Diskusi ini dilaksanakan dengan membeberkan suatu persoalan, kemudian didiskusikan. Disini biasanya hanya satu pandangan atau persoalan saja.
Berdasarkan jenis-jenis diskusi yang dikemukakan diatas maka peneliti memilih diskusi formal didalam pelaksanaan pembelajaran agar siswa lebih tertib didalam bereksplorasi mengembangkan materi pembelajaran.


     B.     Kelebihan Metode Diskusi
Seperti halnya metode yang lain metode diskusi juga memiliki kelebihan dan kekurangan, hal ini dikemukakan langsung oleh Udin S. Winataputra, dkk (2005 : .16) menyatakan bahwa :
1.
      Siswa dapat berinteraksi sosial dengan lingkungan.
2.
      Siswa terlibat langsung dalam pembelajaran.
3.
      Siswa dapat memahami permasalahan sosial.
4.
      Membina hubungan personal yang positif.
5.
      Membina hubungan yang komunikatif.
6.
      Siswa belajar memahami pikiran orang lain.


      C.   Kekurangan Metode Diskusi
1.      Relatif memerlukan waktu yang banyak.
2.
      Apabila siswa tidak memahami konsep simulasi tidak akan efektif.
3.
      Sangat tergantung pada aktifitas siswa.
4.
      Adanya siswa yang lambat, kurang minat dan kurang dan kurang motivasi, simulasi kurang berhasil.                                                      
      Berdasarkan pendapat diatas penulis menyimpulkan bahwa diskusi juga berguna sekali untuk mengubah perilaku efektif siswa secara kongkrit. Dalam hal sikap  atau nilai, perubahan sukar sekali diadakan jika siswa tidak diberi kesempatan menyatakan perasaannya. Pendapat diatas sejalan dengan W. james popham dan Eva L. Baker (2008 : 85) menyatakan bahwa: penggunaan diskusi secara terampil memungkinkan pembentukan sikap dalam suasana kelompok. Maka, dalam memilih diskusi sebagai suatu tehnik mengajar di kelas, perlu sekali dipertimbangkan tujuannya.
  

     D.    Langkah-Langkah Metode Diskusi
Langkah-langkah penggunaan metode diskusi adalah sebagai berikut:
 
1. Tahap persiapan, yang terdiri dari:
    a. Memilih dan menetapkan topik atau tema sekurang-kurangnya: mengidentifikasi masalah yang merupakan alternatif untuk dipilih dan didiskusikan.
    b. Mengidentifikasi dan menetapkan satu atau beberapa sumber bahan bacaan atau informasi yang hendak dipelajari oleh siswa, sehingga kalau memasuki arena diskusi diharapkan telah membawa bahan pemikiran.
    c. Menetapkan atau menyediakan alternatif komposisi dan struktur komonikasi kelompok diskusi.
    d. Menetapkan atau menyediakan alternatif pemimpin diskusi pada guru atau siswa.
 
2. Siswa membentuk kelompok-kelompok diskusi, yang terdiri dari:
    a. Memilih pimpinan diskusi (ketua, sekretaris, pelapor).
    b. Mengatur tempat duduk, ruangan, dan sebagainya dengan bimbingan guru.
 
3. Siswa berdiskusi dalam kelompoknya masing-masng, sedangkan guru berkeliling dari kelompok yang satu ke kelompok yang lain, menjaga ketertiban, serta memberikan dorongan dan bantuan agar anggota kelompok berpartisipasi aktif dan diskusi dapat berjalan lancar. Setiap siswa hendaknya, mengetahui secara persis apa yang akan didiskusikan dan bagaimana caranya berdiskusi.
 
4. Setiap  kelompok  harus melaporkan hasil diskusinya. Hasil diskusi dilaporkan ditanggapi oleh semua siswa, terutama dari kelompok lain. Guru memberikan ulasan atau penjelasan terhadap laporan tersebut.
 
5. Akhirnya siswa mencatat hasil diskusi, sedangkan guru menyimpulkan laporan hasil diskusi dari setiap kelompok.           


    E.     Contoh Penerapan Metode Diskusi
Penerapan metode diskusi dalam proses pembelajaran di kelas adalah sebagai berikut :
  • Guru menentukan suatu masalah yang akan didiskusikan atau guru meminta kepada siswa untuk mengemukakan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan.
  • Guru menjelaskan tujuan diskusi.                                                      
  • Guru memberikan ceramah dengan diselingi tanya jawab mengenai materi pelajaran yang didiskusikan.
  • Guru mengatur giliran pembicara supaya tidak semua siswa serentak berbicara mengeluarkan pendapat.
  • Guru menjaga suasana kelas dan mengatur setiap pembicara agar seluruh kelas dapat mendengarkan apa yang sedang dikemukakan.
  • Mengatur giliran berbicara agar semua siswa dapat menggunakan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya.
  • Mengatur agar sifat dan isi pembicaraan tidak menyimpang dari pokok permasalahan.
  • Membuat catatan hal-hal yang menurut pendapat guru harus segera dikoreksi yang memungkinkan siswa tidak menyadari pendapat yang salah.
  • Selalu berusaha agar diskusi berlangsung antara siswa dengan siswa.






                          BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dalam makalah ini, antara lain:
1.     Metode diskusi adalah pertemuan yang dilakukan dua orang atau lebih yang didalam pertemuan itu membahas sebuah masalah yang kemudian diputuskan bersama.
2.    Kekurangan metode diskusi meliputi peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas, dikuasai oleh anak-anak yang suka bicara, banyak waktu yang terpakai.
3.   Kelebihan metode diskusi meliputi suasana kelas menjadi hidup, melatih berfikir  kritis, dapat menaikkan prestasi kepribadian individual, merupakan latihan untuk memenuhi peraturan dan tata tertib yang berlaku dalam musyawarah.

3.2 Saran                                                                                                                     
Setiap menerapkan metode apapun dalam kegiatan belajar mengajar, peran guru dan siswa saling mempengaruhi. Sebagai seorang guru dalam mengajar hendaknya dipersiapkan terlebih dahulu agar dapat menguasai metode yang digunakan nantinya pada saat mengajar. Berhasil tidaknya proses mengajar akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru pada saat mengajar. Setiap guru diharapkan mampu memberikan inovasi dalam pembelajaran agar siswa tidak merasa jenuh dalam mengikuti pelajaran di kelas.







DAFTAR PUSTAKA
http://www.rijal09.com/2016/04/metode-diskusi.html https://acehkrak.blogspot.co.id/2016/01/makalah-metode-diskusi.html    Ngalimun, 2017. Strategi Pembelajaran http://kanjensuga.blogspot.co.id/2014/09/makalah-metode-diskusi.html