MAKALAH
STRATEGI BELAJAR MENGAJAR SD
METODE
DISKUSI
DISUSUN
OLEH:
Diana
Astri Handayani (1607061277)
KELAS:
D7
NAMA
DOSEN: Dwi Cahyadi Wibowo, M.Pd
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSADA
KHATULISTIWA SINTANG
2017/2018
KATA
PENGANTAR
Kami panjatkan puji syukur atas kehadirat
Tuhan yang maha esa yang telah melimpahkan rahmatNya kepada saya, sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah tentang “Metode Diskusi” pada mata kuliah “Strategi
Belajar Mengajar SD”. Maka dari itu kami selaku penulis dan penyusun makalah
ini sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang kami banggakan
yang bersifat membangun sehingga dapat membantu kami untuk dapat lebih
menyempurnakan lagi makalah yang kami buat ini. Kami sangat berharap apa yang
kami sajikan dalam makalah ini dapat memberikan manfaat-manfaat yang dapat
berguna bagi pembaca pada umumnya.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pelaksanaan
pembelajaran di kelas sering dirasakan membosankan bagi siswa karena guru hanya
memberikan pelajaran dengan menggunakan satu cara dan tidak heran apabila
sering didapati siswa sedang mengantuk dan kadang berbicara sendiri dengan
teman yang lain sedangkan guru sedang menerangkan, untuk itu diperlukan
strategi pembelajaran agar proses kegiatan belajar mengajar dapat berhasil.
Kompetensi Supervisi Akademik merupakan salah satu kompetensi yang harus
dimiliki oleh para guru satuan pendidikan. Kompetensi ini berkenaan dengan
kemampuan guru dalam rangka pembinaan dan pengembangan kemampuan guru untuk
meningkatkan mutu pembelajaran dan bimbingan di sekolah. Strategi merupakan
usaha untuk memperoleh kesuksesan dan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Dalam
dunia pendidikan strategi dapat diartikan sebagai a plan, method, or series of activities designed to achieves a
particular educational goal (David, 1978). Strategi pembelajaran dapat
diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang
didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Strategi pembelajaran
merupakan rencana tindakan atau rangkaian kegiatan termasuk penggunaan metode
dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran yang
disusun untuk mencapai tujuan tertentu.
Pada mulanya istilah strategi banyak digunakan dalam dunia
militer yang diartikan sebagai cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk
memenangkan suatu peperangan, namun sekarang istilah strategi sudah banyak
digunakan dalam berbagai bidang kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh
kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan, misalnya seorang pimpinan
perusahaan yang menginginkan keuntungan dan kesuksesan yang besar akan
menerapkan suatu strategi dalam mencapai tujuannya tersebut, seorang pelatih
sepak bola juga akan menentukan strategi yang dianggap tepat untuk dapat
memenangkan suatu pertandingan. Begitu juga dengan guru yang mengharapkan hasil
yang terbaik dalam proses pembelajaran dengan menerapkan strategi agar hasil
belajar siswanya bagus. Strategi pembelajaran dapat juga diartikan sebagai
usaha guru dalam menggunakan beberapa variabel
pengajaran seperti: tujuan, bahan, metode, alat, dan evaluasi agar dapat
mempengaruhi siswa untuk mencapai tujuan yakni pembelajaran yang efektif dan
efisien. Terdapat berbagai macam strategi pembelajaran yang dapat digunakan,
salah satunya adalah dengan metode diskusi. Berangkat dari sinilah penulis akan
membahas makalah dengan judul Penerapan
Metode Diskusi Dalam Mata Pelajaran Sejarah di Sekolah.
1.2
Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengertian tentang metode
diskusi?
2. Bagaimana kelemahan-kelemahan metode
diskusi ketika digunakan dalam pembelajaran di kelas?
3. Bagaimana kekuatan dari metode diskusi
secara umum?
4. Bagaimana kelemahan dan kekuatan metode
diskusi dalam mata pelajaran sejarah?
1.3
Tujuan Masalah
1. Mengetahui pengertian tentang metode
diskusi.
2. Mengetahui kelemahan-kelemahan metode
diskusi ketika digunakan dalam pembelajaran di kelas.
3. Mengetahui kekuatan dari metode diskusi
secara umum.
4. Mengetahui kelemahan dan kekuatan
metode diskusi dalam mata pelajaran sejarah.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN METODE
DISKUSI
Diskusi adalah pertemuan yang dilakukan dua orang
atau lebih yang didalam pertemuan itu membahas sebuah masalah yang kemudian
diputuskan bersama.
Menurut Syaiful Sagala (2009 : 208) menyatakan Bahwa: Diskusi ialah percakapan ilmiah yang responsif berisikan
pertukaran pendapat yang dijalin dengan pertanyaan-pertanyaan problematis
pemunculan ide-ide dan pengujian ide-ide ataupun pendapat dilakukan oleh
beberapa orang yang tergabung dalam kelompok itu yang diarahkan untuk
memperoleh pemecahan masalahnya dan untuk mencari kebenarannya.
Sejalan
dengan pendapat diatas Wina Sanjaya (2009 : 154) berpendapat bahwa: Metode diskusi adalah metode
pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan. Tujuan utama
metode ini adalah untuk memecahkan masalah suatu permasalahan, menjawab
pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat
keputusan. Selama ini
banyak guru yang merasa keberatan untuk menggunakan metode diskusi dalam proses
pembelajaran. Keberatan itu biasanya timbul dari asumsi : pertama, diskusi merupakan metode yang sulit diprediksi hasilnya
oleh karena interaksi antara siswa muncul secara spontan, sehingga hasil dan
arah diskusi sulit ditentukan; kedua, diskusi biasanya memerlukan waktu yang
cukup panjang, padahal waktu pembelajaran didalam kelas sangat terbatas, sehingga keterbatasan itu
tidak mungkin dapat menghasilkan sesuatu secara tuntas. Sebenarnya hal ini tidak perlu dirisaukan oleh guru.
Sebab, dengan perencanaan dan persiapan yang matang kejadian semacam itu bisa
dihindari.
Dilihat
dari pengorganisasian materi pembelajaran, ada perbedaan yang sangat prinsip
dibandingkan dengan metode sebelumnya, yaitu ceramah atau
demonstrasi. Kalau metode ceramah atau demonstrasi materi pelajaran sudah
diorganisir dengan baik hingga guru tinggal menyampaikannya, maka tidak
demikian halnya dengan metode diskusi. Pada metode ini bahan atau materi
pembelajaran tidak diorganisir dengan sebelumnya serta tidak disajikan secara
langsung kepada siswa, materi pembelajaran ditentukan dan diorganisir oleh
siswa sendiri, oleh karena tujuan utama metode ini bukan hanya sekedar hasil
belajar, tetapi yang lebih penting adalah proses belajar.
·
Jenis-Jenis Diskusi
Untuk mendapatkan melaksanakan diskusi di kelas, seorang guru harus mengetahui terlebih dahulu tentang jenis-jenis diskusi, sehingga dalam pelaksanaannya nanti dapat menyesuaikan jenis diskusi apa yang akan digunakan (M. Firdaus Zarkasi, 2009 : 78-81).
Untuk mendapatkan melaksanakan diskusi di kelas, seorang guru harus mengetahui terlebih dahulu tentang jenis-jenis diskusi, sehingga dalam pelaksanaannya nanti dapat menyesuaikan jenis diskusi apa yang akan digunakan (M. Firdaus Zarkasi, 2009 : 78-81).
1) Diskusi Formal
Diskusi ini terdapat pada lembaga-lembaga pemerintahan atau semi pemerintahan, dimana dalam diskusi itu perlu adanya ketua dan penulis serta pembicara yang diatur secara formal, contohnya: sidang DPR. Sedangkan aturan yang dipakai dalam diskusi ini biasanya ketat dan rapi. Jumlah peserta siswa yang menjadi peserta pun umumnya lebih banyak bahkan dapat melibatkan seluruh siswa didalam kelas.
2) Diskusi Informal
Aturan dalam diskusi ini lebih longgar dari pada yang dipakai dalam diskusi-diskusi lainnya, karena sifatnya yang tidak resmi. Penerapannya biasanya dalam diskusi keluarga, dan dalam belajar mengajar dilaksanakan dalam kelompok-kelompok belajar dimana satu sama lain bersifat “face to face relationship”.
3) Diskusi Panel
Dalam diskusi ini ada dua kategori peserta, yaitu: peserta aktif dan non aktif. Peserta aktif langsung melibatkan diri dalam diskusi, sedangkan peserta non aktif ini terdiri dari beberapa kelompok yang memiliki wakil-wakil yang ditugasi berbicara atas nama kelompoknya.
4) Diskusi Dalam Bentuk Symposium
Diskusi ini hampir sama dengan diskusi formal lainnya, hanya saja diskusi symposium disampaikan oleh seorang pemasaran atau lebih (umumnya lebih). Pemasaran secara bergiliran menyampaikan uraian pandangan nya mengenai topik yang sama tersebut. Dan diskusi symposium ini biasanya tidak mencari kebenaran tertentu.
5) Lecture
Discussion
Diskusi ini dilaksanakan dengan membeberkan suatu persoalan, kemudian didiskusikan. Disini biasanya hanya satu pandangan atau persoalan saja.
Berdasarkan jenis-jenis diskusi yang dikemukakan diatas maka peneliti memilih diskusi formal didalam pelaksanaan pembelajaran agar siswa lebih tertib didalam bereksplorasi mengembangkan materi pembelajaran.
Diskusi ini dilaksanakan dengan membeberkan suatu persoalan, kemudian didiskusikan. Disini biasanya hanya satu pandangan atau persoalan saja.
Berdasarkan jenis-jenis diskusi yang dikemukakan diatas maka peneliti memilih diskusi formal didalam pelaksanaan pembelajaran agar siswa lebih tertib didalam bereksplorasi mengembangkan materi pembelajaran.
B. Kelebihan
Metode Diskusi
Seperti halnya metode yang lain metode diskusi juga memiliki kelebihan dan kekurangan, hal ini dikemukakan langsung oleh Udin S. Winataputra, dkk (2005 : .16) menyatakan bahwa :
1. Siswa dapat berinteraksi sosial dengan lingkungan.
2. Siswa terlibat langsung dalam pembelajaran.
3. Siswa dapat memahami permasalahan sosial.
4. Membina hubungan personal yang positif.
5. Membina hubungan yang komunikatif.
6. Siswa belajar memahami pikiran orang lain.
Seperti halnya metode yang lain metode diskusi juga memiliki kelebihan dan kekurangan, hal ini dikemukakan langsung oleh Udin S. Winataputra, dkk (2005 : .16) menyatakan bahwa :
1. Siswa dapat berinteraksi sosial dengan lingkungan.
2. Siswa terlibat langsung dalam pembelajaran.
3. Siswa dapat memahami permasalahan sosial.
4. Membina hubungan personal yang positif.
5. Membina hubungan yang komunikatif.
6. Siswa belajar memahami pikiran orang lain.
C. Kekurangan Metode Diskusi
1. Relatif memerlukan waktu yang banyak.
2. Apabila siswa tidak memahami konsep simulasi tidak akan efektif.
3. Sangat tergantung pada aktifitas siswa.
4. Adanya siswa yang lambat, kurang minat dan kurang dan kurang motivasi, simulasi kurang berhasil.
1. Relatif memerlukan waktu yang banyak.
2. Apabila siswa tidak memahami konsep simulasi tidak akan efektif.
3. Sangat tergantung pada aktifitas siswa.
4. Adanya siswa yang lambat, kurang minat dan kurang dan kurang motivasi, simulasi kurang berhasil.
Berdasarkan pendapat diatas
penulis menyimpulkan bahwa diskusi
juga berguna sekali untuk mengubah perilaku efektif siswa secara kongkrit.
Dalam hal sikap atau nilai, perubahan
sukar sekali diadakan jika siswa tidak diberi kesempatan menyatakan
perasaannya. Pendapat diatas sejalan dengan W. james popham dan Eva L. Baker
(2008 : 85) menyatakan bahwa: penggunaan diskusi secara terampil memungkinkan pembentukan sikap dalam
suasana kelompok. Maka, dalam memilih diskusi sebagai suatu tehnik mengajar di
kelas, perlu sekali dipertimbangkan tujuannya.
D. Langkah-Langkah
Metode Diskusi
Langkah-langkah penggunaan metode
diskusi adalah sebagai berikut:
1. Tahap persiapan, yang terdiri dari:
a. Memilih dan menetapkan topik atau tema sekurang-kurangnya: mengidentifikasi masalah yang merupakan alternatif untuk dipilih dan didiskusikan.
a. Memilih dan menetapkan topik atau tema sekurang-kurangnya: mengidentifikasi masalah yang merupakan alternatif untuk dipilih dan didiskusikan.
b. Mengidentifikasi dan menetapkan satu atau beberapa sumber bahan
bacaan atau informasi yang hendak dipelajari oleh siswa, sehingga kalau
memasuki arena diskusi diharapkan telah membawa bahan pemikiran.
c. Menetapkan atau menyediakan alternatif komposisi dan struktur komonikasi kelompok diskusi.
d. Menetapkan atau menyediakan alternatif pemimpin diskusi pada guru atau siswa.
c. Menetapkan atau menyediakan alternatif komposisi dan struktur komonikasi kelompok diskusi.
d. Menetapkan atau menyediakan alternatif pemimpin diskusi pada guru atau siswa.
2. Siswa membentuk kelompok-kelompok
diskusi, yang terdiri dari:
a. Memilih pimpinan diskusi (ketua, sekretaris, pelapor).
b. Mengatur tempat duduk, ruangan, dan sebagainya dengan bimbingan guru.
a. Memilih pimpinan diskusi (ketua, sekretaris, pelapor).
b. Mengatur tempat duduk, ruangan, dan sebagainya dengan bimbingan guru.
3. Siswa berdiskusi dalam kelompoknya
masing-masng, sedangkan guru berkeliling dari kelompok yang satu ke kelompok
yang lain, menjaga ketertiban, serta memberikan dorongan dan bantuan agar
anggota kelompok berpartisipasi aktif dan diskusi dapat berjalan lancar. Setiap
siswa hendaknya, mengetahui secara persis apa yang akan didiskusikan dan
bagaimana caranya berdiskusi.
4. Setiap kelompok harus
melaporkan hasil diskusinya. Hasil diskusi dilaporkan ditanggapi oleh semua
siswa, terutama dari kelompok lain. Guru memberikan ulasan atau penjelasan
terhadap laporan tersebut.
5. Akhirnya siswa
mencatat hasil diskusi, sedangkan guru menyimpulkan laporan hasil diskusi dari
setiap kelompok.
E. Contoh
Penerapan Metode Diskusi
Penerapan metode diskusi dalam proses pembelajaran di kelas adalah sebagai
berikut :
- Guru menentukan suatu masalah yang akan didiskusikan atau guru meminta kepada siswa untuk mengemukakan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan.
- Guru menjelaskan tujuan diskusi.
- Guru memberikan ceramah dengan diselingi tanya jawab mengenai materi pelajaran yang didiskusikan.
- Guru mengatur giliran pembicara supaya tidak semua siswa serentak berbicara mengeluarkan pendapat.
- Guru menjaga suasana kelas dan mengatur setiap pembicara agar seluruh kelas dapat mendengarkan apa yang sedang dikemukakan.
- Mengatur giliran berbicara agar semua siswa dapat menggunakan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya.
- Mengatur agar sifat dan isi pembicaraan tidak menyimpang dari pokok permasalahan.
- Membuat catatan hal-hal yang menurut pendapat guru harus segera dikoreksi yang memungkinkan siswa tidak menyadari pendapat yang salah.
- Selalu berusaha agar diskusi berlangsung antara siswa dengan siswa.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dalam makalah ini,
antara lain:
1. Metode diskusi adalah
pertemuan yang dilakukan dua orang atau
lebih yang didalam pertemuan itu membahas sebuah masalah yang kemudian
diputuskan bersama.
2. Kekurangan metode diskusi meliputi peserta
diskusi mendapat informasi yang terbatas, dikuasai oleh anak-anak yang suka
bicara, banyak waktu yang terpakai.
3. Kelebihan metode diskusi meliputi
suasana kelas menjadi hidup, melatih berfikir
kritis, dapat menaikkan prestasi kepribadian individual, merupakan
latihan untuk memenuhi peraturan dan tata tertib yang berlaku dalam musyawarah.
3.2
Saran
Setiap
menerapkan metode apapun dalam kegiatan belajar mengajar, peran guru dan siswa
saling mempengaruhi. Sebagai seorang guru dalam mengajar hendaknya dipersiapkan
terlebih dahulu agar dapat menguasai metode yang digunakan nantinya pada saat
mengajar. Berhasil tidaknya proses mengajar akan sangat dipengaruhi oleh
kemampuan guru pada saat mengajar. Setiap guru diharapkan mampu memberikan
inovasi dalam pembelajaran agar siswa tidak merasa jenuh dalam mengikuti
pelajaran di kelas.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.rijal09.com/2016/04/metode-diskusi.html https://acehkrak.blogspot.co.id/2016/01/makalah-metode-diskusi.html Ngalimun, 2017.
Strategi Pembelajaran http://kanjensuga.blogspot.co.id/2014/09/makalah-metode-diskusi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar